BESARAN DAN SATUAN

Selasa, 03 Juli 2012

BESARAN DAN SATUAN
A.      Fisika dan Rangkuman Lingkupnya
1.       Arti  Fisika
Fisika berasal dari bahasa Yunani yang berarti “alami”. Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Gejala-gejala ini pada mulanya adalah apa yang dialami oleh indra kita , misalnya penglihatan menemukan optik atau cahaya, pendengaran menemukan pelajaran tentang bunyi, dan indra perabaan yang  dapat merasakan panas.
2.       Hubungan Ilmu Fisika dengan Pengetahuan Lain
Tujuan mempelajari ilmu fisika adalah agar kita dapat mengetahui bagian-bagian dasar dari benda dan mengerti interaksi antara benda-benda,serta mampu menjelaskan mengenai fenomena-fenomena alam yang terjadi. Walaupun fisika terbagi atas beberapa bidang, hukum fisika berlaku universal. Ilmu fisika juga mendukung perkembangan ilmu-ilmu yang lain dan teknologi. Ilmu fisika menunjukkan riset murni maupun terapan. Ahli-ahli geologi dalam riset nya menggunakan metode-metode gravimetri, akustik, listrik,dan mekanika. Peralatan modern di rumah sakit menerapkan ilmu fisika. Ahli-ahli astronomi memerlukan optik spektografi dan teknik radio. Demikian juga ahli-ahli meteorologi (ilmu cuaca), oseanologi (ilmu kelautan), dan seismologi memerlukan ilmu fisika.
3.       Pengukuran
Fisika lahir dan berkembang dari hasil percobaan dan pengamatan. Percobaan (eksperiman) dan pengamatan (observasi) memerlukan pengukuran (measurement) dengan bantuan alat-alat ukur, sehingga diperoleh data/hasil pengamatan yang bersifat kuantitaf.
B.      Besaran Pokok dan Satuan Standar
1.       Besaran Pokok
Besaran-besaran dalam fisika dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuan nya di definisikan atau ditetapkan terlebih dahulu, yang berdiri sendiri, dan tidak tergantung pada besaran lain.
TABEL BESARAN POKOK dan SATUAN NYA
BESARAN POKOK
SIMOL BESARAN
SATUAN
SIMBOL SATUAN
Panjang
l
meter
m
Massa
m
kilogram
kg
Waktu
t
sekon
s
Kuat arus listrik
I
ampere
A
Suhu
T
kelvin
k
Jumlah zat
n
mol
mol
Intensitas cahaya

kandela
cd

2.       Satuan Standar (Satuan Sistem Internasional:SI)
a.       Satuan Standar Panjang adalah meter (m).
b.      Satuan Standar  Massa adalah kilogram (kg).
c.       Satuan Standar Waktu adalah sekon (s).
d.      Satuan Standar Arus Listrik adalah ampere meter.
e.      Satuan Standar Suhu adalah kelvin (k).
f.        Satuan Standar Intensitas Cahaya adalah kandela (cd).
g.       Satuan Standar Jumlah adalah mol.
C.      Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang dapat diturunkan atau di definisikan dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disesuaikan dengan satuan besaran pokoknya. Salah satu contoh besaran turunan yang sederhana adalah luas. Luas permukaan hasil kali dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar.
Luas                           =   panjang x lebar
                                    =   besaran panjang x besaran panjang
Satuan luas             =   meter x meter
                                    =   meter persegi (m2)
D.      Dimensi Besaran
1.       Dimensi Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Dimensi adalah cara penulisan suatu besaran dengan menggunakan simbo ( lambang ) besaran pokok. Hal ini berarti dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran-besaran pokok. Apa pun jenis satuan dari besaran yang digunakan tidak  memengaruhi dimensi besaran tersebut,misalnya satuan panjang dapat dinyatakan alamm, cm, km, atau ft, keempat satuan itu mempunyai dimensi yang sama, yaitu L.
LAMBANG DIMENSI BESARAN POKOK
BESARAN POKOK
SATUAN
LAMBANG DIMENSI
Panjang
Meter (m)
[L]
Massa
Kilogram (kg)
[M]
Waktu
Sekon (s)
[T]
Kuat arus listrik
Ampere (A)
[I]
Suhu
Kelvin (k)
[
Jumlah zat
Mol (mol)
[N]
Intensitas cahaya
Kandela (cd)
[J]



2.       Analisis Dimensi
Metode penjabaran dimensi atau analisis dimensi menggunakan aturan:
a.       Dimensi ruas kanan = dimensi ruas kiri.
b.      Setiap suku berdimensi sama.
Sebagai contoh, untuk menganalisis kebenaran dari dimensi jarak tempuh dapat dilihat persamaan berikut ini.
Jarak tempuh            =   kecepatan X waktu
                                    S  =   v x t
Dari tabel tentang dimensi beberapa besaran turunan dapat di peroleh:
·         Dimensi jarak tempuh   =       dimensi panjang     = [L]
·         Dimensi kecepatan         =       [L][T]
·         Dimensi waktu                  =       [T]
Maka dimensi jarak tempuh dari rumus s = v X t, untuk ruas kanan:
[ jarak tempuh ]                               =       [ kecepatan ] X [ waktu ]
                        [L]                                   =       [L] [T]-1 X [T]
                        [L]                                   =       [L]
Dimensi besaran pada kedua ruas persamaan sama, maaka dapat disimpulkan bahwa kemungkinan persamaan tersebut benar.

E.       Alat Ukur
1.       Alat Ukur Besaran Panjang
a.       Mistar (penggaris)
b.      Rollmeter (Meter Kelos)
c.       Jangka Sorong
d.      Mikrometer Sekrup
2.       Alat Ukur Besaran Massa
a.       Neraca Analitis Dua Lengan
b.      Neraca Ohauss
c.       Neraca lengan Gantung
d.      Neraca Digital
3.       Alat Ukur Waktu
4.       Alat Ukur Kuat Arus Listrik
5.       Alat Ukur Suhu

F.       Besaran Vektor
Vektor adlah jenis besaran yang mempunyai nilai dan arah. Besaran yang termasuk besaran vektor antara lain perpindahan,gaya,kecepatan,percpatan,dan lain-lain. Sebuah vektor di gambarkan sebagai sebuah ruas garis berarah yang mempunyai titik tangkap (titik pangkal) sebagai tempat permulaan vektor itu bekerja.

0 komentar:

Poskan Komentar